Postingan

Menampilkan postingan dengan label Refleksi Tata Kelola

Perangkap "Yang Penting Terbiasa" di Tengah Badai Regulasi 2026

Gambar
  Ilustrasi Buta Peta "ReguLasi" Sariglagah, 7 Januari 2026 – Memasuki minggu krusial menuju pengundangan UU P2SK pada 12 Januari nanti, ada sebuah fenomena menarik yang patut kita renungkan bersama dalam pengelolaan lembaga desa. Sering kita mendengar kalimat: "Serahkan saja pada si A, dia kan sudah terbiasa memegang jabatan itu." Namun, pernahkah kita menghitung persentase keberhasilannya? Atau jangan-jangan, kita hanya membiasakan kegagalan?. Di tengah regulasi yang semakin ketat dan saling berkaitan antar lembaga (BPKP, OJK, Kemenkop), literasi jauh lebih berharga daripada sekadar pengalaman yang stagnan . 1. Literasi Adalah Sabuk Pengaman Hukum Dunia hari ini tidak bisa lagi dikelola dengan cara "gampangnya saja". Tanpa literasi aturan, seorang pengelola yang "terbiasa" sekalipun bisa tersandung masalah hukum hanya karena malas membaca satu baris pasal terbaru dalam UU P2SK atau Peraturan Menteri. 2. Rekam Jejak vs Jam Terbang Jam terbang h...

Jam Terbang Tinggi ke Arah yang Salah? Refleksi Tata Kelola Desa Menjelang UU P2SK

Gambar
  Sariglagah, 7 Januari 2026 – Di berbagai forum desa, kita sering mendengar seseorang membanggakan pengalamannya dengan kalimat: "Saya sudah lama berkiprah, jam terbang saya sudah tinggi di lembaga ini." Apa Gunanya Jam Terbang Tinggi, Jika Arah Terbangnya SaLah! Namun, memasuki era regulasi ketat seperti UU P2SK yang akan diundangkan 12 Januari nanti, kita harus berani bertanya: Apa gunanya jam terbang tinggi jika arah terbangnya salah? 1. Pilot yang Tersesat Dalam dunia penerbangan, pilot yang terbang ribuan jam tapi salah arah tetap tidak akan pernah sampai ke tujuan. Begitu juga dalam mengelola Koperasi atau lembaga desa. Jika selama bertahun-tahun menjabat namun literasi aturan nol, transparansi minim, dan tidak ada inovasi seperti Wi-Fi Desa, maka jam terbang itu hanyalah angka tanpa makna. 2. Bahaya "Asal Terbiasa" Budaya "yang penting dia sudah terbiasa" seringkali menjadi jebakan. Terbiasa mengabaikan detail hukum, terbiasa dengan pembukuan man...