Postingan

Menampilkan postingan dengan label Transparansi Anggaran

Menggugat Profit BUMDes: Kenapa Desa Kita Masih "Ketergantungan" Dana Desa?

  Sariglagah, 8 Januari 2026 – Sebagai warga, kita patut berbangga desa kita memiliki BUMDes sebagai lembaga ekonomi. Namun, kebanggaan itu harus dibarengi dengan pertanyaan kritis: Di mana wujud nyata keuntungannya bagi pembangunan desa kita? Sebagai warga, saya sering merenung: BUMDes adalah mesin ekonomi desa. Layaknya sebuah mesin, ia butuh bahan bakar (modal) dan harus menghasilkan sesuatu (profit). Namun, sudah berapa tahun mesin ini berjalan? Di mana angkanya? Mungkin saya yang kurang informasi, atau mungkin pengumumannya yang belum sampai ke telinga warga. Tapi, bukankah transparansi adalah jantung dari kepercayaan? Jika sebuah lembaga ekonomi tidak pernah memaparkan laporan laba-rugi secara terbuka di papan pengumuman desa, wajar jika warga bertanya-tanya: Apakah kita sedang membangun usaha, atau hanya sedang menghabiskan anggaran? Ke depan, proyek Wi-Fi Desa yang Kita gagas harus memutus rantai 'diam' ini. Kita butuh sistem digital yang bisa memperlihatkan saldo keun...