Literasi Bukan Soal Seberapa Jauh Kamu Mengayuh, Tapi Seberapa Benar Apa yang Kamu Baca
Sariglagah, 7 Januari 2026 – Dulu, untuk mendapatkan ilmu, kita harus berangkat pagi buta, menerjang dinginnya subuh dengan sepeda, karena angkutan masih sulit. Sekarang, ilmu itu ada dalam satu klik di genggaman tangan kita melalui HP. Namun, mengapa saat informasi sudah begitu mudah diakses, orang-orang justru merendahkan mereka yang belajar secara mandiri melalui YouTube, Google, atau AI?. 1. Merendahkan Proses, Melupakan Manfaat Belajar Bisa Darimana Saja Banyak orang terjebak pada nostalgia penderitaan. Mereka menganggap ilmu hanya sah jika didapat dengan cara "susah payah" secara fisik di sekolah. Padahal, YouTube, AI, dan Google hanyalah perpustakaan modern yang merangkum informasi dari seluruh dunia. Merendahkan mereka yang belajar dari YouTube sama saja dengan merendahkan kemajuan peradaban itu sendiri. 2. Belajar dari YouTube Bukan Berarti "Asal Tahu" Mereka yang mengakses informasi secara mandiri—seperti yang dilakukan Guru Gembul atau teman-teman say...