Runtuhkan Budaya Sungkan demi Kebenaran: Mengapa Diam Bukan Lagi Emas
Sariglagah, 8 Januari 2026 – Di tanah kita, ada sebuah penyakit sosial yang diam-diam mematikan karakter bangsa: Budaya Sungkan . Kita sering diajarkan untuk "menghormati" yang lebih tua atau yang berkuasa, namun seringkali nilai luhur ini disalahgunakan sebagai tameng untuk menutupi penyimpangan. 1. Ketika Sopan Santun Menjadi Penjara Seringkali kita melihat ketidakberesan dalam pengelolaan aset desa atau BUMDes, namun kita memilih diam karena merasa tidak enak hati, takut dianggap tidak sopan, atau dituduh membuka aib. Padahal, membiarkan kesalahan terjadi di depan mata adalah bentuk pengkhianatan terhadap kebenaran itu sendiri. Apakah kita akan tetap "sungkan" saat hak-hak anak cucu kita dikorupsi oleh ketidakmampuan manajemen? 2. Belajar dari Tragedi "Jubah Kehormatan" Analogi paling pahit adalah ketika penyimpangan oknum tokoh agama didiamkan hanya karena status sosialnya. Kita terjebak pada bungkus, namun mengabaikan isi. Dalam konteks ekonomi des...