Jangan "Skakmat" Warga Kami: Berhenti Menyalahkan Korban Informasi Liar
Salam Masinis Peradaban,
Ada satu fenomena "anjing" (pinjam istilah kekesalan warga) yang sering terjadi di birokrasi tingkat bawah. Yaitu ketika pihak yang berwenang merasa bahwa informasi adalah rahasia pribadi yang hanya boleh diketahui oleh "orang dalam" atau "siapa-siapa" yang punya jabatan.
Sengaja Dibuat Buta, Lalu Disalahkan
Warga desa itu sebenarnya haus akan informasi pembangunan. Tapi ketika warga bertanya, sering kali dijawab dengan dingin: "Bukan ranah Anda" atau "Nanti juga tahu". Karena pintu informasi resmi dikunci rapat, warga akhirnya mencari tahu lewat apapun—grup WhatsApp, selentingan kabar, hingga media sosial.
Lalu apa yang terjadi saat warga termakan informasi hoaks karena usaha mencari tahu sendiri itu? Pihak yang "tahu" tadi bukannya meluruskan dengan baik, malah langsung menghakimi: "Anda salah, makanya jangan percaya hoaks!".
Ini adalah bentuk penindasan mental yang luar biasa. Warga dilarang tahu, lalu saat mereka salah tahu karena mencari sendiri, mereka pula yang dianggap bodoh dan disalahkan.
Informasi Bukan Milik Perorangan
Di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sariglagah, kita menentang keras budaya "eksklusif" seperti ini. Informasi pembangunan desa, progres internet mandiri, hingga urusan dana, bukanlah milik pribadi pengurus. Itu adalah hak warga untuk tahu.
![]() |
| Rutin Berbagi Informasi |
Jika pengurus memberikan informasi yang jujur dan berkala melalui kanal resmi seperti blog atau papan pengumuman, maka hoaks tidak akan punya ruang untuk tumbuh. Hoaks itu tumbuh subur di atas tanah yang kering akan informasi resmi.
Penutup
Berhenti menyalahkan warga yang percaya hoaks jika Anda sendiri pelit berbagi kebenaran. Mari kita buka keran komunikasi seluas-luasnya. Di Sariglagah, tidak ada lagi istilah "bukan ranahnya" kalau itu menyangkut masa depan desa kita bersama.
Warga berhak tahu. Warga berhak bertanya. Dan pengurus WAJIB memberi tahu.
Merdeka Digital, Terbuka Informasinya!

Komentar
Posting Komentar